Frankly saying, I’ve been to both Turkey and Texas, yet a simple journey to whichever nearest trashing-spot we could find with Bedjo, an impetuous-driver, and a queen-of-goofy-jokes always beats any luxurious and sophisticated trips.
Well. Let’s just start with a facile introduction.
1. Bedjo
Although named like some old-ish Javanese men’s, it actually is a cool Green Mercedez-Benz A140. Sometimes aliased as Makasih Verde, since a French word for “makasih” or “thank you” is “Mercy”, and “Verde” means “green”.
2. Impetuous-driver
(Read: pengendara super ugal-ugalan 2010) Mochamad Emir Agustaman is his real full name. The owner of Bedjo, is the name-giver as well. Hold a record of never-ever-fastened-seat-belt. And 100 kph as his minimum speed on toll roads.
3. Queen-of-goofy-jokes
Also known as smile-producer or laughter-creator: Melissa Indria Pertiwi. Just get into her radius of 5 meters, and you’ll continue pitying yourself for listening to lousy-yet-funny quips.
In January, I’ve been “traveling”–to allay the word “trashing”–with those 3 twice.
In the first trip, the itinerary isn’t any further than places we’d been visiting in high school: Poins Square-Emir’s house-PIM-Kharisma Bangsa-Lebak Bulus Terminal.
It then developed in the second journey, which has just happened today: Memes’s flat in Cempaka Putih!
Err–that sounded pretty much normal, didn’t it? Then what’s so special in the journey?
First thing first, disupirin sama Emir elu KAGAK BAKALAN BISA DUDUK DENGAN TENANG. Terutama kalo duduk di kursi depan. Meskipun udah make sabuk pengaman. Banyak kali gaya anak yang satu ini (gaya ngomong Putri-Juli). Tiba-tiba tangannya yang dua butir itu dilepasnya dari gagang setir. Membuat aku syok pula itu. Lalu diteruskannya dengan menginjak gas sejadi-jadinya, kalo sudah benar-benar mepet mobil depannya baru diinjaknya si rem sampai mendecit di jalanan. Bah. Macam naik jet koster pula lah itu.
Secondly, si ratu lawak itu takada dia brenti-brenti mengoceh dan membanyol. Termasuk menyanyi. Dengan buta-nada sekaligus dengan pede yang meluap-luap dan berlebihan. Nggak sinkron kan? Bidang lo ngelawak ya ngelawak aja Mel, kagak usah banting setir gitu dah. Makhluk ini, apa pun dijadikannya itu lawakan. Kalo diingat-ingat sekarang sudah lupa pulaknya aku ini. Pikun kali memang.
Tiga, percakapan ngalor ngidul kita somehow sangat enjoyable sekaligus memorable. Waktu aku bilang ngalor ngidul, maksud aku itu betul-betul kesana-kemari. Serba kadang-kadang. Video klip Bad Day. Lagu Open Happiness. Disney Princess. Ongkos toll. Ngegodain mbak-mbak. Gay versus lesbian. Game konyol di iPhone Emir. Harga tomat (ngasal). DVD bajakan. Temen-temen Emir di Prasmul. Ke-MAHO-an Melissa dan Emir. Atau apa pun yang diketemukan di jalanan.
Empat, mentang-mentang dimodalin bensin, gua sama Melissa yang nebeng dijadikan babu sementara oleh sang supir. Disuruh ngebukain kue, disuruh bayarin toll, bayarin parkir, ngedorongin pas mogok (cerita lama sih yang ini). Ancemannya, dia akan cabut bersama Bedjo tanpa membawa serta kami. PICIK!
Lima, enam, tujuh, masih banyak terusannya. Tapi ngantuk. Melissa lanjutin dong.
BETEWE:
“(Sebuah lagu femes mengalun)”
“Anjrit ini speakernya bagus banget! Bening mampus! Hape siapa nih? Hape Emir? (iPhone, super wajar 2010) Hape Memes? (Curve, oke lah) Hape gua? (Meski suka ngadat tetep aja BB)”
“Bukan Fu. Hape gua.”
SAUDARA-SAUDARA! DENGARKAN SAYA! NEXIAN! NEXIAN! Sebuah NEXIAN dengan anggunnya mengalahkan speaker iPhone dan Blackberry! Emir yang gengsinya tinggi mampus aja mengakui kehebatan speaker tersebut.
Lesson learned: do not underestimate anything cheap.



